Galau jurusan kuliah~ yaa.. itulah suatu persoalan yg pernah saya alami ketika SMA. Saya sempat galau dengan jurusan kuliah apa yg cocok dengan saya hingga kelak bisa membawa saya ketitik puncak keemasan.
Dulu ketika saya duduk dibangku kelas 1 SMA, terkadang kelabilan seorang anak remaja itu cukup wajar, saya sadar bila memilih jurusan kedokteran itu cukup ekstrim dan harus mampu memiliki mental extra tinggi serta biaya yg fantastis. Oleh karena itu, saya mengubur jurusan serta cita-cita tersebut dan saya berdalih kejurusan lain.
Saya berdalih ingin mendapatkan pmdk UIN dengan jurusan yg berbau kimia. Karna saya juga senang dengan pelajaran tersebut. Saya bertekad keras belajar, berdoa bahkan puasa nadzar bila keinginan saya kelak bisa terwujud. Sampai -sampai dibangku kelas 2 SMA pun saya masih menyimpan sebuah harapan tersebut dan ingin rasanya bisa terealisasikan menjadi seorang ilmiah.
Lagi-lagi kelabilan sering menghantui dengan tiba-tiba, sempat saya ingin berpindah dan berdalih memilih jurusan, yakni jurusan farmasi UIN. Ketika duduk dibangku kelas 3 SMA, jurasan farmasi tersebut jurusan yg benar-benar saya minati bahkan ingin rasanya saya menggeluti dan bisa terjun langsung kemasyarakat kelak. Karna akhir-akhir ini tingkat harga penjualan obat untuk orang sakit sangat mahal, apalagi bagi orang kurang mampu tdk bisa membelinya yg mana mereka membutuhkan obat tersebut demi kesehatan/kesembuhan dari penyakitnya. Oleh karena itu saya terobsesi ingin berkhidmat kepada kalangan masyarakat yg kurang mampu demi menunjang kesehatan yg lebih baik lagi untuk negara ini. Ya walaupun saya belum bisa jadi dokter/ahli yg mendiagnosis penyakit, setidaknya saya tahu/ahli memberikan obat yg cocok untuk orang sakit. hehe.
Keinginan saya memilih jurusan tersebut semakin kuat, dengan adanya penambahan motivasi dan wawasan setelah mengikuti goes to campus ke universitas padjajaran (unpad) di bandung. Pada saat itu saya menjajaki ke ruangan jurusan farmasi unpad, disitu benar-benar memiliki peralatan yg lengkap dari cara pembuatan obat dan lain-lain sampai keproduksian cara pemasaran obat. Tak lama dari situ, saya tak ingin membuang kesempatan untuk bertanya-tanya ke kakak-kakak yg ada dijurusan farmasi tersebut. Segala pertanyaan yg ada di otak saya tanyakan. Wah benar-benar didalam ruangan tersebut membuat imajinasiku bergerak cepat seakan aku sedang membuat obat atau penelitian. hehe. Benar-benar terinspirasi menciptakan suatu obat dan lain-lain setelah mendapatkan arahan dan berbagai info mengenai dunia farmasi dari salah satu kepala jurusan farmasi.
"Farmasi seharusnya berada di posisi pertama sebelum kedokteran, karna farmasi memiliki keunggulan dapat mengetahui segala dosis, efek samping, manfaat, komposisi dan lain-lain untuk memberikan obat yg terbaik kepada masyarakat. Akan tetapi farmasi jg memiliki kelemahan dimana tidak bisa dengan sembarangan mendiagnosis penyakit orang, karna sejatinya dokterlah yg dapat mengetahui/mendiagnosis penyakit seseorang. Oleh sebab itu, jurusan kedokteranlah yg berada diposisi pertama, setelah itu barulah farmasi. Kedokteran tanpa farmasi jg tidak bisa asal-asalan memberikan obat kepada pasiennya. Oleh karena itu seorang dokter jg perlu konsul kepada bagian farmasi mengenai obat apa yg cocok untuk pasiennya sebelum dokter memberikan resep kpd pasiennya. Karna farmasi adalah dunianya obat/kesehatan. Dan farmasi sebenarnya sudah bisa disebut sbg dokter sih, hehe". Tandas kepala bagian jurusan farmasi unpad.
Dan saya fix banget untuk memilih jurusan farmasi sebagai pilihan pertamanya, setelah mendengar wancana serta info dari goes to campus di unpad. Dalam dunia pemikiran saya, "ya walaupun saya belum bisa jd seorang dokter, setidaknya jadi seorang ahli farmasi/apoteker sudah mendekati layaknya kedokteran boleh juga, hehe" Ujar hati saya.
Sayapun semakin bertekad untuk memilih jurusan tersebut, karna jurusan tersebut masih ada berbau kimia dan biologinya, ya walaupun terkadang di SMA biologinya suka remed, hehe. OBSESI saya semakin kuat "berkhidmat kepada kalangan masyarakat yg kurang mampu demi menunjang kesehatan yg lebih baik lagi untuk negara ini" dan "berkerjasama dengan para kedokteran".
Saya fix dengan minat pmdk jurusan pertama yakni farmasi uin, Jurusan kedua kimia uin. Tapi sayangnya :"( setelah ada seleksi pmdk uin disekolah di ruang "guru BP" ternyata jurusan pertama yg saya minati gagal, karna ada nilai yg kurang. Tapi niat saya mau jurusan tersebut cukup kekeh. Tp apa boleh buat, kata guru bp jurusan pertama yg saya minati "udah gagal dan gak lulus", itu membuat saya down </3 . Akhirnya guru bp menawarkan kpd saya jurusan kedua yg saya minati itu apa. Dengan ketidak aturan pemikiran dan ucap, sayapun bilang jurusan keduanya "kimia" dengan suasana pemikiran yg masih ruwet masih memikirkan jurusan pertama. Saya seperti terhempas ombak terbawa ke ujung samudra. Dan jurusan kedua tersebutlah yg dikirim ikut pmdk uin.
Sebuah obsesi yg ingin digalakan untuk kedepannya seakan sirna dan pupus. Kakiku terasa lemas tak berdaya, perasaanku seakan tak bisa menerima kenyataan. Oh tuhaaaan...
Beberapa selang kemudian, saya mendapat nasehat dari guru, guru saya bilang kalo saya harus mencoba dulu dengan jurusan kedua tersebut dan "jalani saja dulu". Dan saya pun mendengarkan nasehat tersebut dan sambil menjalani yg ada. Beberapa bulan kemudian pengumuman tersebut keluar, dan nama saya terdaftar dan lulus jalur pmdk uin. Saya sangat berterimakasih kepada allah atas apa yg allah berikan dan berterimaksih pula kepada guru-guru yg telah membimbing saya. Tapi saya benar-benar masih mengincar jurusan pertama farmasi uin, dan kekeh terhadap obsesi.
Sampai tiba waktu pengumuman siapa yg mendapat rekomendasi jalur undangan dari sekolah, dan syukur alhamdulillah saya masih diberikan kepercayaan oleh allah swt untuk mendapatkan rekomendasi jalur undangan ptn dari sekolah, dari sekian ratusan murid nama saya terdaftar direkomendasikan dari sekolah. Walaupun saya urutan yg hampir saja kedepak dari orang lain. Rasa sujud syukur saya panjatkan untuk allah semata, saya bersyukur sekali masih diberikan peluang oleh allah untuk mengikuti jalur undangan, karna banyak teman-teman saya yg sedih tidak dapat rekomendasi jalur undangan dr sekolah. Sistem penilaian jalur undangan dilihat dari nilai semester 3,4,5 dimana nilai tersebut harus berada di sekitar 50 % tdk boleh diatas 50 % .(LA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLA). Tiada kekuatan melainkan allah yg mewujudkan semua itu. (KUN FAYAKUN).
Di jalur undangan, universitas pertama lagi-lagi minat jurusan pertama saya farmasi uin dan jurusan kedua kimia uin, universitas kedua jurusan kimia unj dan manajemen unj, karna di unj tdk ada farmasi. Dan sayangnya setelah pengumuman jalur undangan keluar lewat dunia maya, dan saya belum lulus :"(. Guru saya bilang "karna pas pmdk saya sudah diterima lewat jalur pmdk kimia uin, jadi klo di undangan tetap milih uin, tetap gagal, karna saya udah diterima lewat jalur pmdk, soalnya uinkan satu panitia mau lewat jalur pmdk, undangan ataupun tulis. Dan itulah kurang pahamnya saya dalam cara megikuti seleksi ptn lwat jalur pmdk/undangan/tulis. Karna setiap beberapa unversitas memiliki kebijakan yg berbeda-beda.
Oh iya kenapa saya milih universitas di uin yg beralokasi di ciputat?. Karna uin tidak jauh dari arah rumah saya, soalnya universitas tersebut adalah salah satu pilihan yg diperbolehkan oleh orangtua karna saya tidak boleh pilih universitas yg jauh seperti di surabaya (erlangga/ its), udah gitu uin adalah universitas yg berbau religi/islami. Heheh.
Untuk kalian yg galau jurusan kuliah, diusahakan benar-benar memilih jurusan yg tepat dan cari tahu mengenai kebijakan setiap universitas dalam mengikuti seleksi yg diinginkan. Entah dari guru BP, teman-teman ataupun dunia maya. Jangan lupa ekstra belajar, berdoa serta usaha. Insya allah, allah bersamamu jika kau yakin. "YAKIN"
Saya berdalih ingin mendapatkan pmdk UIN dengan jurusan yg berbau kimia. Karna saya juga senang dengan pelajaran tersebut. Saya bertekad keras belajar, berdoa bahkan puasa nadzar bila keinginan saya kelak bisa terwujud. Sampai -sampai dibangku kelas 2 SMA pun saya masih menyimpan sebuah harapan tersebut dan ingin rasanya bisa terealisasikan menjadi seorang ilmiah.
Lagi-lagi kelabilan sering menghantui dengan tiba-tiba, sempat saya ingin berpindah dan berdalih memilih jurusan, yakni jurusan farmasi UIN. Ketika duduk dibangku kelas 3 SMA, jurasan farmasi tersebut jurusan yg benar-benar saya minati bahkan ingin rasanya saya menggeluti dan bisa terjun langsung kemasyarakat kelak. Karna akhir-akhir ini tingkat harga penjualan obat untuk orang sakit sangat mahal, apalagi bagi orang kurang mampu tdk bisa membelinya yg mana mereka membutuhkan obat tersebut demi kesehatan/kesembuhan dari penyakitnya. Oleh karena itu saya terobsesi ingin berkhidmat kepada kalangan masyarakat yg kurang mampu demi menunjang kesehatan yg lebih baik lagi untuk negara ini. Ya walaupun saya belum bisa jadi dokter/ahli yg mendiagnosis penyakit, setidaknya saya tahu/ahli memberikan obat yg cocok untuk orang sakit. hehe.
Keinginan saya memilih jurusan tersebut semakin kuat, dengan adanya penambahan motivasi dan wawasan setelah mengikuti goes to campus ke universitas padjajaran (unpad) di bandung. Pada saat itu saya menjajaki ke ruangan jurusan farmasi unpad, disitu benar-benar memiliki peralatan yg lengkap dari cara pembuatan obat dan lain-lain sampai keproduksian cara pemasaran obat. Tak lama dari situ, saya tak ingin membuang kesempatan untuk bertanya-tanya ke kakak-kakak yg ada dijurusan farmasi tersebut. Segala pertanyaan yg ada di otak saya tanyakan. Wah benar-benar didalam ruangan tersebut membuat imajinasiku bergerak cepat seakan aku sedang membuat obat atau penelitian. hehe. Benar-benar terinspirasi menciptakan suatu obat dan lain-lain setelah mendapatkan arahan dan berbagai info mengenai dunia farmasi dari salah satu kepala jurusan farmasi.
"Farmasi seharusnya berada di posisi pertama sebelum kedokteran, karna farmasi memiliki keunggulan dapat mengetahui segala dosis, efek samping, manfaat, komposisi dan lain-lain untuk memberikan obat yg terbaik kepada masyarakat. Akan tetapi farmasi jg memiliki kelemahan dimana tidak bisa dengan sembarangan mendiagnosis penyakit orang, karna sejatinya dokterlah yg dapat mengetahui/mendiagnosis penyakit seseorang. Oleh sebab itu, jurusan kedokteranlah yg berada diposisi pertama, setelah itu barulah farmasi. Kedokteran tanpa farmasi jg tidak bisa asal-asalan memberikan obat kepada pasiennya. Oleh karena itu seorang dokter jg perlu konsul kepada bagian farmasi mengenai obat apa yg cocok untuk pasiennya sebelum dokter memberikan resep kpd pasiennya. Karna farmasi adalah dunianya obat/kesehatan. Dan farmasi sebenarnya sudah bisa disebut sbg dokter sih, hehe". Tandas kepala bagian jurusan farmasi unpad.
Dan saya fix banget untuk memilih jurusan farmasi sebagai pilihan pertamanya, setelah mendengar wancana serta info dari goes to campus di unpad. Dalam dunia pemikiran saya, "ya walaupun saya belum bisa jd seorang dokter, setidaknya jadi seorang ahli farmasi/apoteker sudah mendekati layaknya kedokteran boleh juga, hehe" Ujar hati saya.
Sayapun semakin bertekad untuk memilih jurusan tersebut, karna jurusan tersebut masih ada berbau kimia dan biologinya, ya walaupun terkadang di SMA biologinya suka remed, hehe. OBSESI saya semakin kuat "berkhidmat kepada kalangan masyarakat yg kurang mampu demi menunjang kesehatan yg lebih baik lagi untuk negara ini" dan "berkerjasama dengan para kedokteran".
Saya fix dengan minat pmdk jurusan pertama yakni farmasi uin, Jurusan kedua kimia uin. Tapi sayangnya :"( setelah ada seleksi pmdk uin disekolah di ruang "guru BP" ternyata jurusan pertama yg saya minati gagal, karna ada nilai yg kurang. Tapi niat saya mau jurusan tersebut cukup kekeh. Tp apa boleh buat, kata guru bp jurusan pertama yg saya minati "udah gagal dan gak lulus", itu membuat saya down </3 . Akhirnya guru bp menawarkan kpd saya jurusan kedua yg saya minati itu apa. Dengan ketidak aturan pemikiran dan ucap, sayapun bilang jurusan keduanya "kimia" dengan suasana pemikiran yg masih ruwet masih memikirkan jurusan pertama. Saya seperti terhempas ombak terbawa ke ujung samudra. Dan jurusan kedua tersebutlah yg dikirim ikut pmdk uin.
Sebuah obsesi yg ingin digalakan untuk kedepannya seakan sirna dan pupus. Kakiku terasa lemas tak berdaya, perasaanku seakan tak bisa menerima kenyataan. Oh tuhaaaan...
Beberapa selang kemudian, saya mendapat nasehat dari guru, guru saya bilang kalo saya harus mencoba dulu dengan jurusan kedua tersebut dan "jalani saja dulu". Dan saya pun mendengarkan nasehat tersebut dan sambil menjalani yg ada. Beberapa bulan kemudian pengumuman tersebut keluar, dan nama saya terdaftar dan lulus jalur pmdk uin. Saya sangat berterimakasih kepada allah atas apa yg allah berikan dan berterimaksih pula kepada guru-guru yg telah membimbing saya. Tapi saya benar-benar masih mengincar jurusan pertama farmasi uin, dan kekeh terhadap obsesi.
Sampai tiba waktu pengumuman siapa yg mendapat rekomendasi jalur undangan dari sekolah, dan syukur alhamdulillah saya masih diberikan kepercayaan oleh allah swt untuk mendapatkan rekomendasi jalur undangan ptn dari sekolah, dari sekian ratusan murid nama saya terdaftar direkomendasikan dari sekolah. Walaupun saya urutan yg hampir saja kedepak dari orang lain. Rasa sujud syukur saya panjatkan untuk allah semata, saya bersyukur sekali masih diberikan peluang oleh allah untuk mengikuti jalur undangan, karna banyak teman-teman saya yg sedih tidak dapat rekomendasi jalur undangan dr sekolah. Sistem penilaian jalur undangan dilihat dari nilai semester 3,4,5 dimana nilai tersebut harus berada di sekitar 50 % tdk boleh diatas 50 % .(LA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLA). Tiada kekuatan melainkan allah yg mewujudkan semua itu. (KUN FAYAKUN).
Di jalur undangan, universitas pertama lagi-lagi minat jurusan pertama saya farmasi uin dan jurusan kedua kimia uin, universitas kedua jurusan kimia unj dan manajemen unj, karna di unj tdk ada farmasi. Dan sayangnya setelah pengumuman jalur undangan keluar lewat dunia maya, dan saya belum lulus :"(. Guru saya bilang "karna pas pmdk saya sudah diterima lewat jalur pmdk kimia uin, jadi klo di undangan tetap milih uin, tetap gagal, karna saya udah diterima lewat jalur pmdk, soalnya uinkan satu panitia mau lewat jalur pmdk, undangan ataupun tulis. Dan itulah kurang pahamnya saya dalam cara megikuti seleksi ptn lwat jalur pmdk/undangan/tulis. Karna setiap beberapa unversitas memiliki kebijakan yg berbeda-beda.
Oh iya kenapa saya milih universitas di uin yg beralokasi di ciputat?. Karna uin tidak jauh dari arah rumah saya, soalnya universitas tersebut adalah salah satu pilihan yg diperbolehkan oleh orangtua karna saya tidak boleh pilih universitas yg jauh seperti di surabaya (erlangga/ its), udah gitu uin adalah universitas yg berbau religi/islami. Heheh.
Untuk kalian yg galau jurusan kuliah, diusahakan benar-benar memilih jurusan yg tepat dan cari tahu mengenai kebijakan setiap universitas dalam mengikuti seleksi yg diinginkan. Entah dari guru BP, teman-teman ataupun dunia maya. Jangan lupa ekstra belajar, berdoa serta usaha. Insya allah, allah bersamamu jika kau yakin. "YAKIN"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar