Minggu, 04 Juni 2017

POEMS

~~ NASIB ANAK BANGSA ~~
 
Dunia bergejolak...
Menghantam negeriku..
Menghantam nasib anak bangsa.

Dunia boleh saja tertawa kawan...
Namun hati ini berkata tidak.
Untuk meratapi nasib anak bangsa.
Hatiku sangat teriris...teriris.. dan teriris.

Wahai para pejabat tinggi negara..
Dimana hati nuranimu.
Tidak bisakah kau sedikit menoleh keadaan- nasib anak bangsa di negerimu sendiri.
Berjuang melawan kebodohan.
Demi menunjang masa depan lebih cerah.

Mengisak tangis.
Di bawah atap yang akan runtuh...
Pondasi yang mulai rapuh..
Seakan sesak didada.

Namun semangat belajar jiwa anak bangsa tidak- akan terhenti.
Tetap berkobar, berkobar dan berkobar.
Sampai titik darah penghabisan.


  *Sebuah puisi yang bertemakan pendidikan aku buat sendiri pada saat pengambilan nilai B.indonesia kelas 3 SMA. Aku tersentak dari berita pertelevisian disalah satu tv swasta yang cukup nyentrik ditelinga, menggegerkan pemberitaan dengan ketidaklayakkan untuk mengenyam bangku pendidikan. Yang mana masih banyak di daerah pelosok gedung-gedung sekolah yang mulai rapuh dan hampir mau rubuh serta kurangnya perhatian dari pihak-pihak tertentu "pemerintah".

Padahal Anak Bangsa merupakan ujung tombak masa depan negeri ini atau penerus pemimpin negeri ini. Tapi, dari pemberitaan di tv tersebut sepertinya tidak digubris sama sekali oleh pemerintah. Akan tetapi, pemerintah lebih sibuk dengan merenovasi gedung DPR dibandingkan dengan merenovasi gedung-gedung sekolah yang tak layak untuk di tempati. Faktanya saja gedung DPR yang masih layak untuk di tempati, kini pemerintah "DPR" dengan sadarnya sibuk meronavasi gedung tersebut. Bahkan pemerintah rela untuk mengeluarkan dana Miliaran ($) rupiah untuk merenovasi gedung tersebut. Pemerintah seakan buta dan tuli, tidak bisa membedakan mana yang disebut layak atau tidak. Padahal terlihat pula sikap kinerja pemerintah "DPR" yang tidak serius.

Apalagi masih ada sarana dan prasarana yang rusak, seperti jembatan gantung yang rubuh terletak di daerah pelosok merupakan sarana penunjang aktivitas masyarakat setempat. Akan tetapi tidak dilirik "pemerintah" atau pihak-pihak tertentu. Padahal dapat memakan korban berjatuhan, apabila tidak ditindaklanjuti. Belum lagi ditambah dengan permasalahan tingkat kemiskinan dan anak-anak yang terlantar di jalanan atau biasa disebut "anak jalanan".

Memang betul, kemiskinan bukanlah satu-satunya faktor penyebab timbulnya masalah anak jalanan. Dengan demikian, adanya sementara anggapan bahwa masalah anak jalanan akan hilang dengan sendirinya bila permasalahan kemiskinan tersebut telah dapat diatasi.

Tapi, bukankah dalam pasal 34 UUD'45 “fakir miskin dan anak terlantar dilindungi atau diurusi oleh negara". Mereka mencari uang dengan cara mengasong, mengamen, memulung, meminta-minta, menyemir sepatu, menjadi kuli pasar dan lainnya.

" Apakah layak?" mari kita berpikir.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POEMS

~~  NASIB ANAK BANGSA ~~   Dunia bergejolak... Menghantam negeriku.. Menghantam  nasib anak bangsa. Dunia boleh saja tertawa ka...